Dadakan
August 7th, 2007 by cupfloveBelakangan semakin terbiasa membantu acara teman-teman dalam nuansa
dadakan. Setelah seminggu kemarin mendadak sibuk di acara Fight the
Gladiator, kemarin saya mengurungkan niat untuk nonton Soundrenaline
karena mendadak ng-MC di Viking Day 14th Anniversary. Dari banyak
sejarah dadakan, ini sepertinya rekor tersendiri karena saya
dikonfirmasi untuk mengisi acara 15 menit sebelum dimulai. Terdengar
aneh, ya.. Beginilah saya, kalau sudah membantu teman, terkadang suka
lupa banyak hal. Kebanyakan lupa dibayar juga.
selalu mencari sesuatu yang menarik dari sebuah konsep mendadak.
Setelah tahu bahwa ini pekerjaan non-profit, maka saya cari benefit.
Dalam hal ini saya cari relasi media, menggalang suara untuk dukung
Persib dengan positif, merencanakan aksi untuk menggusur para
penggerogot Persib, menjadi juru bicara Persib, membela Zaenal
Arief-Arcan Iiurie, dan kok saya tiba-tiba jadi PR-nya Persib, ya?
Beginilah saya, untuk Persib terkadang suka pengen bantuin semuanya.
Kadang bantu untuk menutupi hal-hal ‘yang lain’ pula..
Tidak
nonton Soundrenaline, saya tetap terhibur dengan band-band cover
version yang tampil di Viking Day. Kebetulan tema yang diusung The
Legend, jadilah mereka mencari band yang membawakan lagu-lagu dari grup
band legendaris. Malam itu banyak sekali lagu Nirvana, Metallica,
Slank, Iwan Fals dan Kantatatakwa, Rolling Stones serta Bob Marley yang
sudah lama tidak saya dengar dibawakan kembali. Sedikit terpana juga
melihat Java Stone yang vokalisnya benar-benar wanna-be berat Oom
Jagger.
Saat
naik ke atas panggung vokalis yang bodinya juga setipis Jagger ini
membawa sebungkusan plastik. Kita belum mengerti sulap apa yang akan
dibawakan. Semakin lama, malam semakin panas, dan sang vokalis mulai
melepas bajunya satu persatu. Sempat, pas mau melepas setelan
panjangnya butuh waktu lima menit, dan dibantu panitia pula. Lalu,
terbongkarlah rahasia bungkusan ajaib itu. Isinya adalah bendera
Inggris yang bisa dijadikan jubah ala Superman. Emang Jagger pernah
bergaya seperti itu, ya?
Yang paling bikin bahagia adalah
penampilan Motor Dead. Uuuuh, serasa ingin sekali kembali ke Jogjakarta
di tahun 1994 saat metal merajalela di sana. Saat pentas seni
menyajikan skill-skill meniru Sepultura, Metallica dan sebangsanya.
Saat rambut masih panjang dan kepala sampai pusing karena head banging
bersama kakak-kakak kelas 3 De Britto. Sudah lama juga tidak mendengar
hentakan drum bak peluru yang dimuntahkan di film-film Rambo. Ah, saya
sudah berusia 28 tahun rupanya. Rambut sudah sulit untuk gondrong pula.
Saya tetap menganggukkan kepala, berteriak-teriak bahagia, bertepuk
tangan seperti menemukan mainan yang telah lama hilang..
