Free Wheely!
HHHidup katanya seperti roda. Sebuah pameo yang diamini oleh orang orang, padahal mungkin yang mbikin adalah seorang penarik pedati dari jaman Fred Flinstone masih dalam kandungan. Pameo, kalo mau dipikir pikir, bakalan ada benernya. Cuma, biar rada sombong kita tambah tambahin dikitlah, macam filsuf aja.
Kalo kata saya, hidup itu seperti roda di dalam roda. Dan setiap orang punya diameter roda yang berbeda beda. Saya dengan Anda, misalnya. Mungkin roda hidup saya diameternya 2 meter, dan Anda 1 meter, artinya dalam T (waktu) yang sama, kesempatan Anda untuk kembali ke satu titik yang asal lebih cepat dari Saya. Ribet? Tenang, itu baru hubungan antara waktu dan radius lingkaran roda.
Masih kata saya juga, kecepatan putaran roda setiap orang pun beda beda. Nah, yang ini menjelaskan kenapa ada orang yang sial-nya lama banget. Mungkin udah rodanya gede, putarannya lambat. Mau yang lebih ribet lagi? Seperti yang udah saya terangin di awal, ini adalah teori roda di dalam roda. Maksudnya gini, roda utama kita lagi muter, nah kita sekarang lagi berjalan di roda kecil di dalam roda tersebut. Kalau yang ini untuk menggambarkan misalnya seorang yang ‘lagi’ sukses, nggak mungkin kan nggak ada susahnya? Saat susah dari seorang yang sukses tersebut bisa lama, bisa sebentar. Itu artinya disaat rodanya di atas (sukses) dia pun lagi berputar dalam sebuah roda yang lebih kecil…
September 26th, 2005 at 2:13 am
ga.. itu khan pembicaraan kita pas kita berdua berjalan dari BIP menuju Sunkencrot di waktu itu… hehehehe… bener ga seh??… free wheely… miss u brow….
September 26th, 2005 at 3:29 am
mau roda kek, mau roda di dalam roda kek, tak penting. at the end of the day, it doesn’t really matter, eh?
September 27th, 2005 at 12:35 am
hidup seperti roda, kadang di atas, kadang di bawah, entah bagaimana ß selalu merasa berada di atas.
Happy happy joy joy….!