Archive for October, 2005

Copyship

Tuesday, October 25th, 2005

Saya percaya setiap individu memiliki individu lain, yang memiliki kesamaan secara fisik.
Saya bisa jadi merupakan bentuk lebih baik (secara fisik) dari seorang individu, entah di mana.
Saya bisa jadi merupakan bentuk lebih buruk (secara fisik) dari seorang individu, entah di mana.
Ini menjelaskan banyak kemiripan yang kita lihat di berbagai tempat. "Kok, rasanya baru melihat si Anu, ya?" Nggak perlu heran, Teman. Bisa jadi dia adalah penurunan atau bentuk lebih baik dari teman Anda yang lain..

Dor

Monday, October 24th, 2005

Dor.
Kau tembak dada kananku
Bodoh.
Jantung kan sebelah kiri

Maaf.
Kau tersenyum manis
Lalu menarik pelatuk

Dor.
Sebutir air mata mengalir
Lebih sakit dari sebutir peluru
Yang singgah di dada kiri

Aku tersenyum.
Tepat di jantung, sayang
Seperti pertama kali

Dor.
Kutembak
Tepat di dada kirimu
Tepat di jantung, sayang
Seperti pertama kali, katamu
Indah.

Kita tersenyum.
Berpegang tangan.
Lalu terjatuh ke depan.
Tepat berpelukan.

Pinball

Sunday, October 23rd, 2005

Saya nemenin seorang keponakan bermain sebuah game di komputer. Game-nya Pinball. Suatu ketika bola dari pin (ini bukan sih artinya Pinball), terjebak dalam sebuah kotak dan berulang kali membentur dinding, tapi nggak keluar keluar. Keponakan saya yang masih kecil ini kesal, habis dia jadi nunggu lama untuk memukul lagi bolanya.
Sepertinya hal yang sama sering terjadi dengan Saya, entah dengan Anda. Saya terjebak dalam sebuah kotak, sebuah masalah, yang sebenarnya pemecahannya ada tapi Saya membenturkan diri ke dinding yang sama berulang kali. Saya melihat sebuah jalan keluar, tapi seperti tidak ingin keluar.
Kotak yang Saya ciptakan terlalu nyaman?
Kotak yang Saya ciptakan merupakan Guilty Pleasure?
Hmm.. Kok, tercetus Guilty Pleasure, ya? Itu mah dengerin Peter Pan berulang ulang..

Semoga Teman!

Wednesday, October 19th, 2005

Teman, aku tahu
Teman, aku tahu kau tak bisa sembunyi
Teman, aku tahu kau tak bisa sembunyi karena kita di sini
Teman, aku tahu kau tak bisa sembunyi karena kita di sini di tempat yang sama
Teman, aku tahu kau tak bisa sembunyi karena kita di sini di tempat yang sama, waktu yang sama

Teman, aku tahu
Teman, aku tahu kau tahu
Teman, aku tahu kau tahu kotak ini terlalu sempit
Teman, aku tahu kau tahu kotak ini terlalu sempit namun kita hidup di sini
Teman, aku tahu kau tahu kotak ini terlalu sempit namun kita hidup di sini, ya di sini

Teman, aku tahu
Teman, aku tahu kau tahu
Teman, aku tahu kau tahu kita ada
Teman, aku tahu kau tahu kita ada untuk kita
Teman, aku tahu kau tahu kita ada untuk kita. Selamanya!

Tokoh

Monday, October 17th, 2005

Teman, dari kotak yang ada, kotak yang katanya ‘besar’ dan ‘di atas’ ternyata punya bobot lebih berat, ya! Kotak yang saya maksud namanya Tokoh. Bukan bagian dari istilah dagang (toko-red), tapi sebuah kotak yang dibentuk oleh publik dan dirinya sendiri. Tokoh sebagai bentukan publik mungkin punya arti bagi sekotak masyarakat tertentu, tapi belum tentu bagi orang bersangkutan yang dikurung dalam sangkar Tokoh ini. Tokoh yang dibentuk dari klaim pribadi ternyata lebih serem, lho!
Dalam sebuah debat terbuka antar Tokoh, kita akan melihat betapa mereka keberatan sendiri dengan kotak yang melingkupi mereka. Kotak yang mereka bikin sendiri. Kotak yang malah nggak bisa membuat mereka membungkuk untuk minta maaf, untuk menerima bahwa mereka salah, bahwa kotak yang lain mungkin punya pendapat berbeda dan benar.
Sialnya, kotak Tokoh ini selain membentuk kotak sendiri juga merupakan bentukan publik. Yang artinya lagi, pendapat mereka akan didengar oleh publik pembuat kotak. Hingga kotak yang salah akhirnya semakin besar… Senangnya!

Pager

Friday, October 14th, 2005

Saya ingat beberapa tahun lalu saat masih pakai pager. Kita bisa punya alasan untuk nggak kontak balik ke orang yang ngirim pesan dengan alasan, nggak ada telepon umum untuk balas, atau menelpon kembali. Jadi, biar dikirim pesan kita punya alasan yang cukup bagus untuk memutus komunikasinya. Terkadang, saya sangat merindukan waktu itu. Secara sekarang orang orang udah tahu kalau nomor saya adalah pasca bayar, jadi nggak bisa punya alasan nggak punya pulsa. Terkadang, saya rindu memutus komunikasi dan menikmati satu hari tanpa SMS atau telepon dari rekan kantor.

Sialnya, bukan nggak mau tapi nggak bisa…

Sialnya, saya dianggap cukup penting sehingga diharuskan selalu available…

Saya penting, ya?

Ohyacanism

Thursday, October 13th, 2005

Anda pernah berjanji tentunya? Cukup sering, mungkin?

Anda sering memberikan penekanan dalam pernyataan yang fungsinya untuk meyakinkan lawan bicara Anda? Orang yang sangat berarti bagi Anda, mungkin?

Tepat saat penekanan atau janji anda mencapati tanda titik, atau tanda seru yang menyatakan kesungguhan Anda, sebuah proses akan segera dimulai. Ohyacanism. Dalam bahasa sehari hari dikatakan, "Oh, ya?". Ohyacanism merupakan serangkaian gerak molekul superkecil di sekitar kita yang mempengaruhi satu sama lain dengan getaran. Serangkaian getaran ini lalu menyentuh titik titik lain pada kosmos hidup, dan merespon dengan sebuah bentuk ujian bagi Anda. Ujian ini yang akan membuktikan kata kata atau kesungguhan Anda. Ohyacanism, sebuah konsekuensi logis dari apa yang Anda janjikan, atau niatkan.

Begitu tombol titik ini saya sentuh, maka saya pun akan segera terkena Ohyacanism.