Tokoh
Teman, dari kotak yang ada, kotak yang katanya ‘besar’ dan ‘di atas’ ternyata punya bobot lebih berat, ya! Kotak yang saya maksud namanya Tokoh. Bukan bagian dari istilah dagang (toko-red), tapi sebuah kotak yang dibentuk oleh publik dan dirinya sendiri. Tokoh sebagai bentukan publik mungkin punya arti bagi sekotak masyarakat tertentu, tapi belum tentu bagi orang bersangkutan yang dikurung dalam sangkar Tokoh ini. Tokoh yang dibentuk dari klaim pribadi ternyata lebih serem, lho!
Dalam sebuah debat terbuka antar Tokoh, kita akan melihat betapa mereka keberatan sendiri dengan kotak yang melingkupi mereka. Kotak yang mereka bikin sendiri. Kotak yang malah nggak bisa membuat mereka membungkuk untuk minta maaf, untuk menerima bahwa mereka salah, bahwa kotak yang lain mungkin punya pendapat berbeda dan benar.
Sialnya, kotak Tokoh ini selain membentuk kotak sendiri juga merupakan bentukan publik. Yang artinya lagi, pendapat mereka akan didengar oleh publik pembuat kotak. Hingga kotak yang salah akhirnya semakin besar… Senangnya!