Tokoh

October 17th, 2005 by cupflove

Teman, dari kotak yang ada, kotak yang katanya ‘besar’ dan ‘di atas’ ternyata punya bobot lebih berat, ya! Kotak yang saya maksud namanya Tokoh. Bukan bagian dari istilah dagang (toko-red), tapi sebuah kotak yang dibentuk oleh publik dan dirinya sendiri. Tokoh sebagai bentukan publik mungkin punya arti bagi sekotak masyarakat tertentu, tapi belum tentu bagi orang bersangkutan yang dikurung dalam sangkar Tokoh ini. Tokoh yang dibentuk dari klaim pribadi ternyata lebih serem, lho!
Dalam sebuah debat terbuka antar Tokoh, kita akan melihat betapa mereka keberatan sendiri dengan kotak yang melingkupi mereka. Kotak yang mereka bikin sendiri. Kotak yang malah nggak bisa membuat mereka membungkuk untuk minta maaf, untuk menerima bahwa mereka salah, bahwa kotak yang lain mungkin punya pendapat berbeda dan benar.
Sialnya, kotak Tokoh ini selain membentuk kotak sendiri juga merupakan bentukan publik. Yang artinya lagi, pendapat mereka akan didengar oleh publik pembuat kotak. Hingga kotak yang salah akhirnya semakin besar… Senangnya!

Pager

October 14th, 2005 by cupflove

Saya ingat beberapa tahun lalu saat masih pakai pager. Kita bisa punya alasan untuk nggak kontak balik ke orang yang ngirim pesan dengan alasan, nggak ada telepon umum untuk balas, atau menelpon kembali. Jadi, biar dikirim pesan kita punya alasan yang cukup bagus untuk memutus komunikasinya. Terkadang, saya sangat merindukan waktu itu. Secara sekarang orang orang udah tahu kalau nomor saya adalah pasca bayar, jadi nggak bisa punya alasan nggak punya pulsa. Terkadang, saya rindu memutus komunikasi dan menikmati satu hari tanpa SMS atau telepon dari rekan kantor.

Sialnya, bukan nggak mau tapi nggak bisa…

Sialnya, saya dianggap cukup penting sehingga diharuskan selalu available…

Saya penting, ya?

Ohyacanism

October 13th, 2005 by cupflove

Anda pernah berjanji tentunya? Cukup sering, mungkin?

Anda sering memberikan penekanan dalam pernyataan yang fungsinya untuk meyakinkan lawan bicara Anda? Orang yang sangat berarti bagi Anda, mungkin?

Tepat saat penekanan atau janji anda mencapati tanda titik, atau tanda seru yang menyatakan kesungguhan Anda, sebuah proses akan segera dimulai. Ohyacanism. Dalam bahasa sehari hari dikatakan, "Oh, ya?". Ohyacanism merupakan serangkaian gerak molekul superkecil di sekitar kita yang mempengaruhi satu sama lain dengan getaran. Serangkaian getaran ini lalu menyentuh titik titik lain pada kosmos hidup, dan merespon dengan sebuah bentuk ujian bagi Anda. Ujian ini yang akan membuktikan kata kata atau kesungguhan Anda. Ohyacanism, sebuah konsekuensi logis dari apa yang Anda janjikan, atau niatkan.

Begitu tombol titik ini saya sentuh, maka saya pun akan segera terkena Ohyacanism.

Tjap

September 26th, 2005 by cupflove

Masih belum mengaku penganut Kotakisme? Langkah pertama dalam Kotakisme adalah Cap. Anda pasti sering sekali membuat Cap, atau memberikan Label untuk sesuatu. Saat pertama bertemu dengan orang, ada sebuah standar dalam diri Anda, lalu setelah selesai satu atau dua sesi percakapan.. Bam! Ada Cap dijidatnya. Jidat Anda juga tentunya..

Anda bisa mengatakan Cap ini sebagai label, atau kata kasarnya judgement. Sebuah kotak yang Anda ciptakan untuk seorang yang Anda kenal. Menurut saya nggak salah kok kita jadi tukang Cap, hanya bagaimana memperlakukan seseorang yang udah kita beri Cap tersebut. Pengkotakan yang terlalu jelas untuk sebuah Cap, bakalan membuat Anda semakin hobi membuat kotak kotak baru. Anda akan semakin ahli membuat Cap. Bahkan sebelum seseorang berkenalan dengan Anda..

Lalu Anda akan berdalih, pengalaman telah mengajarkan Anda bahwa Cap itu memang ada di orang tersebut…

Saya lebih memilih tidak memiliki pengalaman dalam membuat Cap

Kotakisme

September 26th, 2005 by cupflove

Saya seorang penganut Kotakisme, karena menurut saya ada kotak untuk semuanya. Tidak ada sesuatu di dunia ini yang tidak bisa dibuat kotak darinya. Semuanya ada batasnya, semuanya bisa diatur menurut sebuah keteraturan tertentu lalu diberi label, terakhir ditutup seperti kotak.
Sebagai penganut Kotakisme sejati, yang pertama saya lakukan saat melihat sebuah fenomena atau bahkan individu adalah membuat kotak untuknya terlebih dahulu. Ada sebuah tempat untuknya dalam folder dunia ini. Penyusunan kotak yang benar memudahkan saya untuk mengambilnya kembali saat dibutuhkan dalam bentuk data.
Penganut Kotakisme sejati menghargai kotak kotak yang telah dibuatnya. Terkadang Ia melewati satu kotak menuju kotak lain, tanpa mengubah bentuk tentunya. Tak berubah?

Desperate Housewives

September 26th, 2005 by cupflove

Expecting to have a perfect life?
Suburbia adalah sebuah dunia kecil, yang bisa ditemukan di mana saja. Kita bisa berharap untuk menjadi orang lain, saat melihat rumput tetangga lebih hijau, tapi lalu menutup mata ketika melihat palsunya warna hijau tadi. Saat ingin kembali ke kebun kita, ia telah menjadi cokelat tak terurus…

Free Wheely!

September 26th, 2005 by cupflove

HHHidup katanya seperti roda. Sebuah pameo yang diamini oleh orang orang, padahal mungkin yang mbikin adalah seorang penarik pedati dari jaman Fred Flinstone masih dalam kandungan. Pameo, kalo mau dipikir pikir, bakalan ada benernya. Cuma, biar rada sombong kita tambah tambahin dikitlah, macam filsuf aja.

Kalo kata saya, hidup itu seperti roda di dalam roda. Dan setiap orang punya diameter roda yang berbeda beda. Saya dengan Anda, misalnya. Mungkin roda hidup saya diameternya 2 meter, dan Anda 1 meter, artinya dalam T (waktu) yang sama, kesempatan Anda untuk kembali ke satu titik yang asal lebih cepat dari Saya. Ribet? Tenang, itu baru hubungan antara waktu dan radius lingkaran roda.

Masih kata saya juga, kecepatan putaran roda setiap orang pun beda beda. Nah, yang ini menjelaskan kenapa ada orang yang sial-nya lama banget. Mungkin udah rodanya gede, putarannya lambat. Mau yang lebih ribet lagi? Seperti yang udah saya terangin di awal, ini adalah teori roda di dalam roda. Maksudnya gini, roda utama kita lagi muter, nah kita sekarang lagi berjalan di roda kecil di dalam roda tersebut. Kalau yang ini untuk menggambarkan misalnya seorang yang ‘lagi’ sukses, nggak mungkin kan nggak ada susahnya? Saat susah dari seorang yang sukses tersebut bisa lama, bisa sebentar. Itu artinya disaat rodanya di atas (sukses) dia pun lagi berputar dalam sebuah roda yang lebih kecil…

Rp. 5000,-

September 26th, 2005 by cupflove

Setiap bangun pagi nyadar nggak kita tuh masih seperti anak kecil yang dikasih jatah uang jajan harian. Ada yang Rp. 5000,-; ada yang Rp. 10.000,- perhari. Beda beda. Sebuah mitos dalam mitologi kuno berkisah ini adalah talenta. Dalam bahasa modern, mungkin bisa diartikan bakat, berkat atau literally Rp. 5000,- beneran. At the and of the day, seperti anak kecil yang pulang dari sekolah. Ada yang membelanjakan jatahnya untuk beli pesawat pesawatan, ada yang ditabung, ada yang dipake untuk nraktir temen, ada yang abis nggak tau kemana. Ada yang dengan bangga menceritakan kepada orang yang memberinya uang jajan, ada yang bingung waktu ditanya, ada yang merasa kurang dan minta kenaikan jatah jajan buat besok. Ada yang nggak sadar kalo dia masih dikasih jatah jajan tiap harinya…

Bend Your Arms to Look Like Wings

September 26th, 2005 by cupflove

Bend Your Arms to Look Like Wings
(Funeral for A Friend, an Emo Band)

People are so dying to fly. Pikirnya terbang itu adalah wujud tertinggi dari kebebasan, kemerdekaan. Tinggi membuatnya bisa melihat lebih banyak dari yang lain. Langit yang seperti tak bertembok menambah arti merdeka. Mungkin ada yang kelupaan, langit tak bertembok, tapi juga tak beratap. Mungkin artinya, memang nggak ada kebebasan yang mutlak. Dalam sebuah kuliah Etika, sang dosen berkata, ‘Bebas itu dari siapa, bukan dari apa.’ Saya juga lupa sang dosen mengutip dari siapa, atau apa..